Budak Melahirkan Tuan

Tema ini sebenarnya sudah pernah aku kirimkan ke salah satu majalah muslimah,dengan gaya penulisan yang berbeda .Walaupun tidak ditayangkan,karena harus ada perbaikan tulisan lagi.

Aku ingin membahas kembali tentang hal ini karena fenomena ini masih banyak aku temui di sekitarku.dimana seorang ibu diserahkan tugas oleh anaknya untuk mengerjakan semua pekerjaan rumah tangga,dari antar jemput cucu,beberes rumah,mencuci,setrika,masak dan pekerjaan rumah tangga lain yang semua dikerjakan oleh si ibu tanpa dibantu oleh asisten rumah tangga.

Sebenernya mungkin sebagian orang berpendapat bahwa hal itu tidak masalah sepanjang si ibu happy mengerjakannya.Tapi tidak begitu dengan pendapat aku.Kalau menurut aku tidaklah bijaksana membiarkan seorang ibu untuk mengerjakan semua pekerjaan rumahtangga yang banyak itu.

Aku sendiri memutuskan untuk tidak bekerja lagi salah satunya mmg karena begitu susahnya mencari asisten rumah tangga yang amanah.Walaupun bisa saja aku menitipkan anak2 ke mamaku ,karena memang mamaku dekat rumahnya dengan rumahku,,tapi itu tidak aku lakukan,karena aku nggak enak hati kalo merepotkan orang tua.

Karena sejatinya seorang ibu harusnya dimuliakan,dimasa tuanya sungguh tidak adil bila membiarkan orang tua untuk melakukan pekerjaan2 yang seharusnya bukan menjadi tanggung jawabnya.

Kalo menurut saya tidak apa2 menitipkan anak kepada orang tua bila si ibu bekerja,tapi neneknya hanya mengawasi saja,,sementara semua pekerjaan rumah tangga amanahkan kepada seorang asisten rumah tangga.

Semoga saja kita semua bisa menjadi anak yang berbakti kepada orang tua,memuliakannya,dan membahagiakan mereka sampai akhir hayatnya,,Aamiin Allahumma Aamiin.

7 tanggapan untuk “Budak Melahirkan Tuan

  1. setuju mbak, kasihan ibu sudah merawat kita dari kecil, sekarang jadi merawat anak kita. kalau mengawasi saja bolehlah.. lagipula biasanya malah senang kalau bisa main- main sama cucunya.

    Suka

    1. Iya mba tuaffi,,temen aku sendiri jg ada yg diperlakukan seperti itu sama anaknya,,tiap hari antar jemput cucu,masak,nyuci,nyetrika dll dikerjain sendiri sama dia,,masa sampe ambil raport aja ibunya gak pernah ngambil,jadi neneknya terus yg ngurusin cucunya,,ibunya katanya repot kerja.padahal kalo sekedar ambil rapot yg jarang2 gitu keiknya bisa lah sekali2 ibu atau ayahnya yg ambil gitu yaa…*gemesss*

      Disukai oleh 1 orang

  2. sepakat… pelajaran buat aku yg belum menikah… tapi hal ini sudah jadi perbincangan anatara aku dan Ibu ku…
    kalaupun aku tetep bekerja, dan dikasih rezeki anak… aku titipin ke Ibu tapi hanya ngawasin aja, bukan yg gendong gendong dll… itu sering kita obrolin kalo lagi ngobrol ngalur ngidul hehehe

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s