Dua Sisi Manusia

Tidak ada manusia yang sempurna. Selalu ada sisi baik dan sisi buruk pada diri manusia.Manusia yang jahat sekalipun, pasti ada sisi baik pada dirinya, begitupun sebaliknya manusia yang baik, masih terselip suatu kejahatan di hatinya.

Dalam agama saya, hanya nabi Muhammad SAW yang diberikan kelebihan oleh Allah , diberikan hati yang mulia dan suci.

Dewasa ini sudah banyak sekali teori-teori yang bermunculan dalam membahas hal ini, yaitu

1. Asas Emperisme (John Locke), yang berpendapat seseorang terlahir kedunia seperti kertas kosong atau meja yang dilapisi oleh lilin (Tabula Rasa), Lahir tanpa adanya pemabawaan, jadi yang menentukan baik buruk seseorang 100% pengaruhi pendidikan yang diperoleh dari lingkungan.

2. Asas Nativisme (Arthur Schopenhauer), yang berpendapat seseorang terlahir ke dunia dengan membawa pembawaan baik atau buruk. Jika pembawaan sejak lahirnya adalah baik maka dia akan menjadi orang yang baik namun apabila pembawaan sejak lahirnya buruk maka akan menjadi orang yang buruk.

3.Asas Naturalisme (Jean Jacques Rousseau), yang berpendapat seseorang terlahir ke dunia dalam pembawaan baik, kemudian menjadi buruk oleh campur tangan manusia, tidak ada manusia yang terlahir buruk.

4. Asas Konvergensi (William Stern), yang Menggabungan teori pendidikan Empirisme dengan teori Nativisme, Anak terlahir dengan pembawaan sejak lahir dan lingkungannya mempengaruhi perkembangannya. Jadi tergantung terhadap pengaruh mana yang lebih besar dalam menentukan baik buruknya, pembawaannya atau pengaruh dari lingkungan.Untuk lebih mudah memahaminya, mari kita bahas contoh yang dipaparkan oleh Jean Jacques Rousseau , ia menggambarkan manusia yang hidup di taman surga dalam keadaan yang sederhana, bahagia, dan tenang.

.

Pada dasarnya Allah menciptakan manusia sebagai mahluk yang mulia

Untuk itu Allah berfirman:


Dan Sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.” (al-Israa’: 70)

Apakah kamu tiada melihat bahwasanya Allah menundukkan bagimu apa yang ada di bumi dan bahtera yang berlayar di lautan dengan perintah-Nya. dan Dia menahan (benda-benda) langit jatuh ke bumi, melainkan dengan izin-Nya? Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia.” (al-Hajj: 65)

Allah Maha Penyayang kepada manusia, dan tidaklah mungkin Ia menciptakan manusia untuk menjadi jahat, tapi manusia sendirilah yang menjadikan dirinya tidak baik.

Contoh bahwa manusia mempunyai dua sisi yaitu kebaikan dan keburukan sangatlah nyata kita temui di sekitar kita.

Dilingkungan saya pun banyak saya temui, ibu-ibu yang kalau istilah sekarang bilangnya ‘mulut bocor’, karena senangnya berghibah (ngomongin orang), tapi di lingkungan dia juara dalam hal mengumpulkan sumbangan untuk diberikan kepada tetangga yang sedang dapat musibah.

Lalu ada juga seorang ibu yang rajin beribadah, jarang ikutan ngumpul2 dengan tetangga, selalu tersenyum, tapi kalau diajak besuk tetangga sakit, atau diajak ta’ziah, mengaji bersama orang terdekat yaitu tetangga. Tidak mau. Kalau menurut saya itu juga tidak baik. Karena untuk apa dia taat ibadahnya, tapi kalau tetangga ada kesusahan dia tidak perduli, tidak ada rasa empati di dirinya. Tapi dalam hal ini jangan dipersalahkan agamanya. Karena banyak orang yang melihat dari sisi spiritual seseorang bila dia dianggap jahat.

Seperti sekarang yang sedang ramai,misal seorang yang Alim lalu dia berbuat yang tidak baik, yaitu korupsi, lantas orang akan beranggapan, tidak perlu memilih pemimpin yang islami nanti ujung-ujungnya juga korupsi.


Tidak bijaksana kalau kita menyalahkan alimnya tersebut, karena tidak semua orang Alim itu juga korupsi bukan???

Sejahat-jahatnya manusia Allah akan ampuni kalau dia bertaubat, jadi manusia sendirilah yang harus berusaha untuk menjadi orang baik, dengan meminimalisir sisi buruknya.

Banyak cara agar kita bisa terhindar dari sisi buruk dalam hidup kita,

  1. Lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT, dengan rajin beribadah, karena Allah akan melindungi ummatnya yang selalu mendekat padaNya.
  2. Berdoa agar kita terhindar dari sifat buruk, dengan memohon perlindungan dari godaan syaitan, dan meminta petunjuk untuk selalu dijalan yang benar
  3. Banyak berteman dengan orang-orang yang Sholih,seperti hadist Rasulullah

Rasulullah SAW bersabda;

“Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR. Bukhari 5534 dan Muslim 2628)


Semoga saja kita bisa lebih menonjolkan sisi baik dari diri kita, dan mengurang yang buruk dari diri kita, orang lain tidak bisa merubah diri kita. Tapi diri sendiri lah yang menjadi kekuatan untuk mendominasi kan kebaikan dalam diri .

Referensi : 

http://m.kompasiana.com/sophieshavasis/manusia-dilahirkan-dengan-pembawaan-sifat-baik-dan-buruk_55283e6bf17e61a0308b4580

#dua-sisi-manusia



2 tanggapan untuk “Dua Sisi Manusia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s