Unsur-Unsur Kebahagiaan

Semua manusia pasti ingin bahagia. Semua yang dilakukan di dunia ini adalah ingin mendapatkan hasil akhir yang bahagia. Apapun akan dilakukan agar dapat memperoleh kebahagian.

Bahagia adalah keinginan dan juga cita-cita dari semua orang. Tidak ada manusia di dunia ini yang tidak ingin hidup bahagia.

Rasulullah SAW bersabda,

“Orang yang dapat tidur nyenyak, di peraduannya, sehat badannya, punya makan untuk hari ini, seolah-olah dia telah mendapatkan dunia dan segala kenikmatannya.”(HR.At-Tirmizi)

Dari hadits tersebut maknanya adalah, jika kebutuhan makanan,tempat tinggal, dan keamanan telah tercukupi, berarti kita telah mendapatkan kebahagiaan yang sempurna.

Allah SWT berfirman,

” Dan telah aku sempurnakan nikmat-Ku kepadamu”.(QS.Al-Maidah:3).

Allah sudah menjanjikan bahwa akan menyempurnakan nikmat kepada ummatnya. Tinggal kita sebagai hamba-Nya lah yang menyadari bahwa apa yang telah Allah berikan untuk kita adalah kenikmatan. Yang bila kita ikhlas menerimanya maka hasil akhirnya adalah kebahagiaan yang hakiki, yaitu kebahagiaan di akhirat.

Imam Ibnu Al Qoyyim mengatakan, bahwa tanda kebahagiaan ada tiga hal yaitu,

  1. Bersyukur ketika mendapat nikmat.
  2. Bersabar ketika mendapat cobaan.
  3. Bertaubat ketika melakukan kesalahan.

Sebanyak apapun nikmat yang telah Allah berikan, bila kita tidak bersyukur, kita tidak akan merasa puas dan bahagia, selalu merasa kurang dan mengeluh. Begitu pula dengan cobaan dan ujian, sekecil apapun ujian yang Allah berikan, bila kita tidak bersabar menghadapinya, maka akan merasa terpuruk.

Sebagai orang yang beriman, kebahagiaan yang diinginkan yang sebenarnya adalah kebahagiaan di akhirat, karena kebahagiaan di dunia hanya bersifat sementara, kebahagiaan di akhirat lah yang kekal dan abadi.

Allah SWT berfirman,

“Maka hari akhir itu lebih baik bagimu dari permulaan. Dan kelak Tuhan mu pasti memberikan karunia Nya kepadamu. Lalu (hati) kamu menjadi puas”.(QS.Dhuha:4-5)

“Sesungguhnya telah Kami berikan kepadamu  sebuah sungai di surga”.(QS.Al-Kautsar: 1)

Dengan mendekatkan diri dan juga berserah kepada Allah atas apa yang di  berikan kepada kita, semoga kebahagian yang di dapat tidak hanya di dunia saja, tapi juga kebahagian akhirat kita juga akan mendapatkan nya.

Refrensi ;

Syekh Aidh bin Abdullah al-Qarni, Be Your Self, terj .Hary Sucipto, (Jakarta, Grafindo Khazanah Ilmu), hal 118,119.

3 tanggapan untuk “Unsur-Unsur Kebahagiaan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s