Oleh – Oleh Umroh

Tulisan ini tidak bermaksud menyindir atau menghakimi pihak-pihak tertentu ya, ini hanya sekedar curahan hati saya saja. Jadi harap tidak ada yang Baper, atau merasa tersindir 😀.

Jadi ceritanya beberapa hari kedepan, sepupu-sepupu dan mama saya akan berangkat menjalankan umroh ke tanah suci. Sayanya sih pingiiin ikut, tapi qodarullah tabungan belum mencukupi. 

Biasalah, mereka pada sibuk menyiapkan untuk keberangkatan nanti. Selain mempersiapkan kesehatan, juga menyiapkan apa-apa aja yang akan dibawa nanti. Tak lupa juga mengadakan pengajian, sekalian memohon maaf  dan juga doa kepada tetangga dan saudara, agar dimudahkan dan dilancarkan ibadahnya nanti.

Salah satu kakak sepupu saya  terlihat sangat repot sekali untuk keberangkatan umrohnya. Ini memang kali pertama dia dan keluarga berangkat ibadah umroh. Tapi yang menggelitik saya adalah, bahwa dia sudah sibuk memborong untuk oleh-oleh umroh. Segala sejadah, jilbab, tasbih sudah banyak diborong sama dia. 

Iseng lah saya ledekin dia, belum berangkat umroh, kok udah sibuk beli oleh-oleh,hehehe. Banyak pula. Sepertinya satu komplek mau dibagikan oleh-oleh.

Katanya sih ditempatnya memang sudah jadi tradisi, siapa yang pulang umroh atau haji , wajib memberikan oleh-oleh seperti jilbab atau sejadah kepada tetangga-tetangga nya. 

Sebenarnya baik juga sih, memberikan buah tangan untuk tetangga sekitar, secara memang itu tanda perhatian kita kepada tetangga. Tapi apa sebaiknya memikirkan ibadah lebih dulu ya, baru memikirkan oleh-oleh. Kalau sepupu saya bilang, biar nanti disana sudah tidak memikirkan oleh-oleh lagi, jadi fokus untuk menjalankan ibadah saja. Dia juga merasa tidak enak, karena selama ini memang sudah menjadi kebiasaan disana untuk membelikan oleh-oleh semacam itu. Saya sih suka juga dapat oleh-oleh dari teman atau kerabat yang habis pulang umroh atau haji, tapi biasanya makanan, seperti kurma, kacang Arab dan  air zam zam.

Kalau menurut saya sih, berat juga ya kalau ada kebiasaan seperti dilingkungan sepupu saya itu. Karena tidak enak dengan orang sekitar, jadi terpaksa menyediakan oleh-oleh yang banyak dan harganya tidak bisa dibilang murah juga. Karena belinya dalam skala yang banyak.

Balik lagi lah kepada diri masing-masing, membelikan oleh-oleh karena memang ikhlas mau memberi, atau hanya sekedar meneruskan kebiasaan orang sekitar.

Apapun itu, kalau menurut saya pribadi,yang terpenting adalah khusyu ibadahnya aja dulu yang diutamakan, sesudah itu baru memikirkan oleh-oleh. 😀

2 tanggapan untuk “Oleh – Oleh Umroh

  1. Tp emg enak jg mbak klo kyk sepupumu itu. Sblm brgk udah beli oleh2nya dulu. Brgk ke Tanah Suci pun sdh dalam kondisi hati tenang dan bs fokus ke ibadah thok. Krn emg buat sebagian orang, perkara oleh2 ini membebani bener, apalagi klo urusannya ama org sekompleks, hehehe.

    Suka

  2. kebiasaan memborong oleh2 sebelum umroh di daerahku tdk umum, ttp kalau sebelum haji iya sdh jadi tradisi.
    tradisi ini terjadi karena dulu2nya ada yang memulai dan akan ditiru oleh lingkungannya. Memang kadang jadi ironi oleh2 haji/umroh kok di beli di tanah air lagi pula sebelum berangkat sdh disiapkan. tapi ya itulah tradisi agak sulit menghindarinya, kadang hanya karena perasaan tdk enak jika tak melakukannya. Tapi alasan spy di tanah suci lebih fokus ibadah ya ada benarnya sih, meskipun tetap sj jamaah haji Indonesia sll memborong lg oleh2 di tanah suci minimal utk kelg inti dan teman.saudara dekat. Hingga ada istilah koper jamah haji Indonesia sll manjadi “hamil” saat pulang ke tanah air. he he

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s